Pemanfaatan Media Komunikasi Desa Sebagai Bagian dari Pengenalan Program Perbankan Syariah

Spread the love

Kegiatan KPM Kelompok 82 Monodisiplin IAIN Ponorogo dilaksanakan di Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Dalam pelaksanaan program kuliah pengabdian masyarakat  di tahun 2022, kelompok 82 masuk dalam disiplin kerja Mono disiplin yang dilaksanakan berdasarkan metode pendekatan ABCD  atau Asset Based Community Development. Disiplin kerja Mono Disiplin berfokus pada program kegiatan yang sejalan dengan jurusan Perbankan Syariah yang secara umum berkaitan dengan kegiatan ekonomi.  Sedangkan untuk  pendekatan ABCD sendiri , merupakan pendekatan yang  mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang ada disekitar dan dimiliki oleh komunitas masyarakat  atau dalam hal ini aset yang dimiliki Ds. Nglewan.  Program kerja kegiatan kelompok 82 mono disiplin secara umum berfokus pada  pengenalan program lembaga perbankan syariah. Tujuan program kegiatan adalah memperkenalkan lembaga keuangan syariah yang dapat menjadi alternatif pilihan masyarakat dalam kebutuhan jasa keuangan. Desa Nglewan sendiri dikenal menjadi salah satu desa industri, dengan mayoritas  masyarakat yang terjun dalam industri pembuatan batu – bata dan   genteng.  Hal ini dirasa sejalan dengan mayoritas kegiatan ekonomi masyarakat desa Nglewan yang berkutat pada kegiatan UMKM yang notabenya sering melakukan kegiatan transaksi keuangan.

Dalam upaya pelaksanaan program ini, maka komunikasi menjadi  kunci keberhasilan  terwujudnya tujuan  pengabdian. Oleh karena itu,  berdasarkan metode ABCD aset yang dapat dimanfaatkan adalah media komunikasi yang ada di desa.  Media komunikasi dalam progran ini yang dapat dijadiakan aset terbagi menjadi 2 yakni, media komunikasi langsung melaku kegiatan komunitas masyarakat desa dan media komunikasi tidak langsung melalui media informasi desa yakni website desa.  Pengenalan  perbankan syariah melalui kegiatan komunitas desa  dimasukan dalam kegiatan arisan Rukun tetangga dan Badan usaha Milik Desa ( BUMDES) dalam bentuk sosialisasi. sedangkan, pengenalan perbankan syariah melalui media informasi desa dilakukan dalam bentuk  memasukan berbagai informasi terkait perbankan syariah kedalam website desa. Sehingga secara umum program kerja utama kelompok 82 berfokus kepada kegiatan sosialisasi dan pengembangan  website desa. Kegiatan sosialisasi  dilaksanakan di tangal 23 Juli – 31 Juli 2022. Kegiatan sosialisasi  sendiri menargetkan masyarakat secara umum dan  badan usaha milik  Desa Nglewan. Sosialisasi dengan sasaran masyarakat desa dikemas dalam bentuk sosialisasi  dengan tema “ Diskusi Literasi keuangan Perbankan syariah “. Adapun pemaham yang coba dijelaskan adalah terkait dengan sejarah perbankan syariah di Indonesia, tujuan bank syariah, kontribusi bank syariah, manfaat produk bank syariah, tabungan bank syariah,  pembiayaan di bank syariah, program haji dan umroh, penjelasan tentang bagi hasil. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di 7 RT  yang tersebar di seluruh wilayah desa Nglewan. Realisasi kegiatan sosialisasi yang diikutsertakan dalam kegiatan arisan mendapat respon yang cukup positif. Hal tersebut ditunjukan dengan ketersediaan warga mendengarkan dan memberikan feedback terkait materi yang disampikan.  Rata – rata masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut berkisar antara 14- 25 orang. Sedangkan kegiatan sosialisasi dengan target  badan usaha milik desa  yakni BUMDES “ Rajawali Muda”  dilaksanakan dalam bentuk diskusi forum yang dilaksanakan tanggal 28 Juli 2022 yang bertempat di Balai Desa Nglewan dengan tema “ Membangun Tranformasi Keuangan Desa Melalui Pengenalan Program Perbankan Syariah”. Kegiatan berlangsung di jam 19.30 WIB  yang di ikuti oleh mahasiswa KPM Kelompok 82, perwakilan pihak BUMDES, bapak Muhtadin Amri, M.S,Ak selaku  dosen pembimbing lapangan dan bapak Faruq Ahmad Futaqi, M.E selaku pengisi diskusi. Adapun pembahasan yang disampaikan yakni terkait dengan pengenalan perbankan syariah, produk – produk perbankan syariah dan program agen BSI Smast. Realisasinya kegiatan sosialisasi mendapat respon positif dari masyarakat yang mengikutinya.  Rata-rata  kegiatan sosialisasi diikuti oleh 14- 25 warga. Sedangkan dalam kegiatan  diskusi dengan pengurus BUMDES di ikuti oleh 4 dari total 7 pengurus.