Pemanfaatan Sekam Padi Untuk Pengurangan Pengeluaran Rumah Tangga Masyarakat Dukuh Gangin Desa Ngadisanan

Spread the love

KPM (kuliah pengabdian masyarakat) kelompok 78 Monodisiplin yang bertempat di desa Ngadisanan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo mengadakan pengolahan sekam padi untuk dijadikan briket. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 26 Juli 2022 yang berlokasi di beberapa tempat di Desa Ngadisanan. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan pada pelaksanaan KPM minggu ke-4. Dari beberapa program kerja dari Kelompok 78, pengolahan briket ini merupakan program inti dari kelompok kami.

Penanggungjawab dalam kegiatan ini adalah Nanik Nur Azizah. Sedangkan peserta adalah ibu bapak dari Desa Ngadisanan. Mereka sangat antusias mengikuti proses pengolahan briket ini. Inisiasi dari program kerja ini adalah karena banyak masyarakat Ngadisanan bekerja sebagai petani sehingga banyak sekali sekam sisa penggilingan padi. Dari potensi limbah ini maka memunculkan ide pembuatan briket dari sekam. Karena kebiasaan dari masyarakat hanya dibuang atau digunakan kayu bakar. Kegiatan ini juga digunakan sebagai sarana sosialisasi pemanfaatan limbah sekitar untuk dijadikan nilai jual.

Adapun pengolahan sekam untuk briket ini cukup mudah. Sekam padi dibakar sampai menjadi arang sekam. Kemudian dari arang ini lalu ditumbuk atau dihaluskan menggunakan penghalus. Lalu disaring hasil tumbukan tersebut agar menghasilkan tumbukan yang halus. Kemudian membuat adonan briket menggunakan campuran kanji. Adapun cara pembuatan adonannya adalah mencampur air dengan tepung kanji, kemudian di rebus hingga mengental seperti lem. Kemudian adonan sudah kental lalu dicampur dengan tumbukan arang sekam lalu uleni sampai lilit dan membentuk adonan yang kalis. Kemudian adonan yang kalis di cetak  menggunakan cetakan sesuai selera bisa berupa potongan paralon, potongan botol bekas.

Tujuan dari pengolahan briket ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan cara pembuatan arang sekam dari limbah padi secara sederhana. Tujuan lain adalah memberdayakan masyarakat dalam bentuk pelatihan cara pembuatan arang sekam dari limbah padi secara sederhana. Sedangkan manfaatnya adalah  Untuk mengurangi Pengeluaran Rumah Tangga Masyarakat Dukuh Gangin  Desa Ngadisanan melalui pemanfaatan limbah padi menjadi briket.