Pembukaan Praktikum Pemberdayaan Zakat Produktif Jurusan Manajemen Zakat Wakaf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun Akademik 2021/2022

Spread the love

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Ponorogo secara resmi membuka kegiatan Praktikum Pemberdayaan Zakat Produktif Jurusan Manajemen Zakat Wakaf Tahun Akademik 2021/2022 pada hari ini, Kamis, 31 Maret 2022. Bertempat di Balai Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo pukul 09.30 WIB. Acara dihadiri oleh perangkat desa setempat, warga calon mustahik, pendamping lokal desa, dan perwakilan dari IAIN Ponorogo. Acara ini adalah program rutin yang diselenggarakan oleh mahasiswa jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf FEBI IAIN Ponorogo untuk mengaplikasikan teori yang sudah didapat di bangku kuliah.

Kepala Desa Wates, Munaji, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada IAIN yang telah berkenan mendampingi warga desa calon mustahik untuk mengembangkan usaha mikro mereka juga mengimbau adanya partisipasi aktif dari para warga. Beliau berharap kerjasama ini akan berlanjut dan membawa manfaat bagi warga desa dan mahasiswa jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf FEBI IAIN Ponorogo. Sedangkan dari pihak IAIN. Bapak Muhtaddin Amri selaku Dosen Pendamping Lapangan (DPL) juga menyampaikan terima kasih atas sambutan baik segenap pemerintah desa dan warga desa Wates. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa dan pihak IAIN Ponorogo akan menampung aspirasi dan menjadi fasilitator bagi calon mustahik, agar usahanya bisa berkembang lebih baik. Pihak IAIN Ponorogo juga akan bersinergi dengan BAZNAS Kabupaten Ponorogo dalam mencapai tujuan bersama. Pihak IAIN Ponorogo melalui Laboratorium Zakat Infaq Shadaqah dan Wakaf (L-ZISWAF) akan bersinergi dengan Baznas Kabupaten Ponorogo dalam pendanaan program pemberdayaan zakat produktif kali ini.

Acara yang dihadiri 22 calon mustahik penerima dana zakat produktif ini diakhiri dengan pembagian kelompok yang akan didampingi para mahasiswa. Mereka nantinya akan melakukan program pengabdian masyarakat berbasis Asset Based Communities Development (ABCD) yang merupakan model pendekatan dalam pengembangan masyarakat. Pendekatan ini menekankan pada inventarisasi asset yang terdapat di dalam masyarakat yang dipandang mendukung pada kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sehingga pola pemberdayaan yang dilakukan nantinya adalah bottom-up. Harapannya dengan menjaring aspirasi langsung dari masyarakat, bantuan dan pendampingan yang diberikan akan tepat sasaran dan lebih efektif.(EnKa)