Berbagi Pengalaman saat Parade Surya Senja di Halaman Gedung Grahadi Surabaya

Spread the love

Muhammad Anas Aldani

(Mahasiswa Ekonomi Syariah F Semester I 2022/2023)

Parade Surya Senja merupakan salah satu giat rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 17 sore bertempat di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya. Giat tersebut menjadi wahana kreatifitas untuk menempa semangat patriotisme dan nasionalisme. Tahun ini, tepatnya hari Sabtu, 17 September 2022, Pasukan Atlet Drum Band Kabupaten Ponorogo mendapatkan kesempatan menjadi peserta Parade Surya Senja. Anggotanya kurang lebih terdiri dari 60 orang gabungan dari pelajar dari Kabupaten Ponorogo. Salah satu di antaranya adalah saya sendiri, bakat saya berawal dari bergabung di Marching Band Ganesa Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, yang sudah membawa, mengembangkan bakat saya hingga mendapatkan pengalaman dan mendapatkan prestasi hingga tingkat provinsi baik lomba individu ataupun satuan.

Menurut saya, Marching Band khususnya di Ponorogo masih di pandang sebelah mata. Maksudnya hanya sekelompok barisan yang hanya memainkan sebuah lagu dengan sejumlah alat musik. Tapi menurut saya, marching band merupakan wadah atau tempat untuk berkreasi, beraspirasi, dan berprestasi yang mengarah pada pengembangan kepribadian dan mengembangkan makna kehidupan. Tentunya tidak terlepas dari usaha dalam menciptakan, menumbuhkan dan mengembangkan rasa kekeluargaan dan membina rasa cinta kepada almamater kita sendiri. Dan untuk merealisasikannya di lakukan melalui kegiatan-kegiatan pembangunan dan pengembangan karakter yang berdisiplin tinggi, bertanggung jawab, dan memiliki kebanggaan terhadap apa yang diyakininya.

Sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi saya sebagai salah satu perwakilan dari Ponorogo untuk tampil di Upacara Parade Surya Senja. Dapat bertemu  langsung di hadapan beliau ibu gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, juga ketua PDBI JATIM serta para tamu pejabat-pejabat.

Menariknya lagi, kita tidak hanya menampilkan Unjuk Gelar Marching Band saja loh, tapi juga mengkolaborasikan antara drum band dan seni budaya asli ponorogo yaitu Reog, dan hebatnya dengan persiapan yang sangat singkat,  yaitu 1 hari saja alhamdulilah berhasil mengkolaborsi kesenian reog dengan hasil yang memuaskan. Kita bekerjasama dengan salah satu sanggar tari dengan 4 pemain reog, 4 penari Bujang Ganong, dan 4 penari jathil yang juga termasuk dari anggota drum band. Di sisi lain kita membawa dan memperkenalkan budaya kita sendiri.

Banyak pelajaran yang didapat saat persiapan menuju hari H pelaksaanaa. Seperti singkatnya waktu latihan yang dimiliki, banyaknya waktu latihan yang bersamaan dengan jam kuliah, jarak tempuh latihan yang jauh, dan masih banyak lagi . Meskipun demikian, dengan sangat semangat para pemain rajin untuk berlatih setiap pagi dan sore di Gedung kesenian Kabupaten Ponorogo. Hal ini tentu tak lepas dari support para pembina dan pelatih dari pengurus PDBI Ponorogo serta dukungan dari bapak bupati dan bu wakapolres.

Karna waktu yang sangat singkat dan masih banyak penambahan materi maka H-7 Latihan di adakan setiap sore yang bertempatkan di Lapangan Utama PP AL-ISLAM JORESAN. Hari Jumat 16 September 2022 pukul 7 pagi, rombongan Atlet dan Pelatih tiba di Istana Grahadi Surabaya untuk melakukan gladi kotor. Kemudian sorenya mereka melakukan gladi bersih bersama petugas upacara lainnya di depan Gedung Negara Grahadi.

Esoknya saat hari H, karena upacara dilaksanakan sore hari dan agar persiapan semakin matang, paginya mereka melakukan latihan untuk yang terakhir kalinya sebelum upacara dimulai dan persiapan make up dan pengecekan kostum. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan kita  memberikan penampilan yang maksimal. Kita pun mendapatkan piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami.

Selama persiapan latihan banyak pelajaran yang dapat saya ambil, dengan bergabung di marching band ini mengajarkan saya apa itu artinya kekompakan, kedisiplinan, rasa tanggung jawab  dan juga banyak ilmu yang saya dapat dari pengalaman ini. Adanya acara ini juga meningkatkan semangat dan kegiatan Marching Band yang setelah beberapa tahun vakum khususnya di Ponorogo. Harapan saya Drum Band di Ponorogo semakin maju dan berprestasi bukan hanya di kalangan pelajar SMP dan SMA tapi juga di kalangan mahasiswa khususnya di IAIN PONOROGO.