Penguatan Kerjasama ASEAN: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo Hadiri ASEAN ACADEMIC FORUM 2024

Bagikan :

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan peringkat dunia, Prof. Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag (dekan) dan Dr. Aji Damanuri (wakil dekan) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo menghadiri Seminar Internasional pada ASEAN ACADEMIC FORUM 2024 yang diselenggarakan oleh Universiti Geomatika Malaysia.
Forum ini juga menjadi ajang untuk menjalin kerjasama antara kampus di Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Dari Indonesia, forum ini diikuti oleh kampus-kampus yang memiliki fakultas ekonomi Islam yang tergabung dalam AFEBIS. Pemaparan awal disampaikan oleh Prof. Datuk Sr. Dr. Mohaizi Bin Mohamad, sebagai keynote speaker, sekaligus sebagai President/Chairman Board of Governors-University of Geomatika Malaysia/ Chairman Bureau Education dengan tema “University in Industry- Enhancing Culture of Collaboration”.

Seminar ini diisi oleh tujuh pembicara yang ahli di bidangnya. Speaker pertama adalah Prof. Emeritus Datuk Wira Dr. Hj. Mohd Jamil Bin Mukmin. Speaker kedua, Dr. Cris Kuntadi, Adjunct Professor-University of Geomatika Malaysia dan Lecturer-University of Bhayangkara Jakarta Raya, Indonesia. Selanjutnya, Speaker ketiga adalah Dato’ Norsabrina Binti Mohd Noor, Adjunct Professor & Board of Governors – University of Geomatika Malaysia/ Secretary General of World Youth Foundation dengan tema “Kolaborasi Penyelidikan dan Pembangunan antara universitas Indonesia dan Malaysia untuk World Ranking” serta “Pentingnya Pengiktirafan Global Akademik Nusantara”. Speaker keempat, Prof. Datuk Mazrin Rohizaq Bin Che Rose, Deputy Group President – University of Geomatika Malaysia, menyampaikan tema “Dasar TVET Malaysia 2024-2030-Transforming TVET for Successful and Just Transitions”.


Adapun Speaker kelima, Assoc. Prof. Dr. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I., Rektor Universitas Djuanda Bogor, Indonesia dengan tema “Strategies to Prevent Bullying in Educational Institutions Through Teacher OCB: Analysis of Teacher Support and Attention”. Speaker keenam, Prof. Maminul Islam Momin, Deputy Vice Chancellor (Internationalization & Branding) – University of Geomatika Malaysia, menyampaikan tema “ASEAN Marketing and Networking”.Dan speaker terakhir, Prof. Anwar M. Radiamoda, Sh.L., Ph.D., Director of Shari’ah Center, Mindanao State University, Marawi City, Philippines, membahas topik menarik tentang pencapaian peringkat internasional, “Kerjasama antara Universiti, Fakulti, Kursus dan Pensyarah antara Indonesia, Filipina dan Malaysia”.

Secara umum, semua speaker menekankan pentingnya kerjasama antar perguruan tinggi di ASEAN, khususnya Melayu, untuk mencapai tingkat internasional. Pengakuan universitas ini penting agar standar akademik tinggi dapat menyediakan pendidikan berkualitas. Selain itu, universitas yang telah terakreditasi harus mempertahankan standar pendidikan yang tinggi untuk keberhasilan dan kesuksesan lulusan. Pengakuan global juga mendorong kolaborasi global yang lebih aktif dan kesempatan belajar yang beragam, serta mendorong keunggulan dalam penelitian dan inovasi di berbagai bidang. Pengakuan ini meningkatkan kredibilitas dan reputasi universitas, membantu lulusan mendapatkan peluang kerja yang baik.

Berita Terkait