FEBI IAIN Ponorogo Tingkatkan Rekognisi Dosen di Universiti Geomatika Malaysia

Bagikan :

Pada tanggal 4 Juli 2024, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan rekognisi dosen di tingkat internasional. Dalam sebuah acara penting di Universiti Geomatika Malaysia (UGM), Dekan FEBI Prof. Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag, dan Wakil Dekan I Dr. Aji Damanuri, M.E.I, diundang sebagai Visiting Lecture untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa jurusan Kuliner UGM. Kegiatan ini tidak hanya menandai kolaborasi akademik antar-negara tetapi juga memperkuat posisi FEBI IAIN Ponorogo di kancah global.

Kedatangan Prof. Luthfi dan Dr. Aji disambut langsung oleh pimpinan dan pendiri UGM, Prof. Datuk Sr. Dr. Mohaizi Mohamad, serta Prof. Dr. Abaidulloh bin Mustaffa, Vice Chancellor II University of Geomatika Malaysia. Sambutan hangat ini mencerminkan pentingnya acara tersebut bagi kedua institusi, serta harapan besar terhadap kerjasama yang dapat terjalin di masa mendatang.

Dalam ceramahnya, Prof. Luthfi Hadi Aminuddin menyoroti pentingnya penguatan industri halal dan pengembangan zakat. “Industri halal adalah bagian integral dari perekonomian global yang tidak hanya berlandaskan aspek keagamaan, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, etika bisnis, dan keberlanjutan lingkungan,” jelas Prof. Luthfi. Beliau juga menambahkan bahwa pengembangan zakat dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial. “Melalui zakat, kita bisa menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan merata,” tambahnya.

Di sisi lain, Dr. Aji Damanuri menyampaikan materi tentang pentingnya bisnis dengan citra rasa filantropi. Menurut Dr. Aji, bisnis yang berorientasi pada filantropi bukan hanya mengejar keuntungan semata tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Dengan mengintegrasikan nilai-nilai filantropi dalam bisnis, kita tidak hanya menciptakan kesuksesan finansial tetapi juga memberikan kontribusi yang berarti bagi kesejahteraan sosial,” kata Dr. Aji. Beliau juga menegaskan bahwa Inti dari filantropi adalah bagaimana menolong orang-orang yang membutuhkan (masih dalam garis kemiskinan) agar memperoleh manfaat, bahkan sejahtera dari proses bisnis yang dijalankan. Pada akhirnya para mustahiq zakat berubah menjadi muzakki, bisa berzakat karena sudah sejahtera

Antusiasme para mahasiswa jurusan Kuliner UGM terlihat jelas selama sesi kuliah umum berlangsung. Mereka mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana prinsip-prinsip industri halal dan zakat dapat diterapkan dalam dunia bisnis kuliner, serta bagaimana bisnis yang berfokus pada filantropi dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Interaksi yang dinamis antara dosen tamu dan mahasiswa menciptakan atmosfer belajar yang inspiratif dan penuh semangat.

Kunjungan ini tidak hanya berdampak positif bagi mahasiswa UGM tetapi juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara FEBI IAIN Ponorogo dan Universiti Geomatika Malaysia. Prof. Luthfi menyatakan bahwa kolaborasi semacam ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di kedua institusi. “Kami berharap, melalui kerja sama ini, dapat tercipta sinergi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di bidang ekonomi dan bisnis Islam,” ungkapnya.

Prof. Datuk Sr. Dr. Mohaizi Mohamad dan Prof. Dr. Abaidulloh bin Mustaffa juga menyambut baik peluang kerjasama ini. Mereka berharap bahwa kunjungan Prof. Luthfi dan Dr. Aji akan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara kedua universitas, yang dapat mengarah pada proyek penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta berbagai inisiatif akademik lainnya.

Melalui kegiatan ini, FEBI IAIN Ponorogo berhasil memperkuat rekognisi dosennya di kancah internasional. Dengan terus menjalin kolaborasi dengan institusi akademik di berbagai negara, FEBI IAIN Ponorogo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat global. Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus berinovasi dan mengembangkan diri dalam bidang yang mereka tekuni.

Berita Terkait