The 3rd Annual International Conferences of Islamic Economics (AICIE): Leveraging Islamic Economics to Address Middle Eastern Crisis and Global Economic Challenges

Bagikan :

Pada hari Selasa, 25 Juni 2024, Rumah Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo menyelenggarakan acara The 3rd Annual International Conferences of Islamic Economics (AICIE) melalui platform Zoom Meeting. Konferensi tahun ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan situasi global saat ini, yaitu “Crisis in the Middle East; Leveraging Islamic Economics in Addressing Global Economic Turmoil”.

Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Plh. Rektor IAIN Ponorogo, Prof. Dr. Agus Purnomo, M.Ag., yang menyampaikan pentingnya konferensi ini dalam memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian masalah ekonomi global melalui perspektif ekonomi Islam. Beliau mengapresiasi kehadiran para peserta dan pembicara yang telah menyempatkan waktunya untuk bergabung dalam acara ini. Selanjutnya, Prof. Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Ponorogo, sebagai pembicara utama, memberikan pidato kunci. Beliau menekankan pentingnya tema konferensi kali ini, yang mengajak para akademisi dan praktisi untuk mencari solusi inovatif terhadap ketidakstabilan ekonomi global dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ekonomi Islam.

Sesi utama dalam konferensi ini dihadiri oleh dua narasumber terkemuka. Narasumber pertama, Habeebullah Zakariyah (Assoc. Prof. Dr.), Deputy Dean, Institute of Islamic Banking and Finance, membahas tentang “Conflict Resolution in Muslim Countries: Exploring the Potential of Islamic Social Finance Instruments”. Dalam presentasinya, Dr. Zakariyah menekankan peran penting instrumen keuangan sosial Islam, seperti zakat, waqf, dan sadaqah, dalam menyelesaikan konflik di negara-negara Muslim dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Narasumber kedua, Murat Yaş (Assistant Professor) dari Institute of Islamic Economics and Finance Marmara University, menyampaikan materi terkait “Economic and Financial Stability in Middle East and Israel War on Gaza”. Prof. Yaş membahas dampak perang di Gaza terhadap stabilitas ekonomi dan keuangan di Timur Tengah, serta bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Islam dapat berperan dalam memitigasi efek negatif dari konflik tersebut. Dengan berfokus pada tema ini, konferensi AICIE 2024 bertujuan untuk menghasilkan ide-ide solutif dari para peneliti, pembuat kebijakan, dan cendekiawan. Mereka diharapkan dapat menemukan jalur baru menuju stabilitas, keberlanjutan, dan kemakmuran baik di kawasan Timur Tengah maupun di luar kawasan tersebut.

Setelah pemaparan materi oleh kedua narasumber, acara dilanjutkan dengan agenda presentasi oleh masing-masing peserta yang dibagi menjadi tiga cluster: economics, finance, dan philanthropy. Masing-masing cluster dipandu oleh dua reviewer yang bertugas memberikan masukan dan kritik konstruktif terhadap presentasi yang disampaikan. Sesi paralel ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi hasil penelitian terbaru dan pemikiran inovatif dalam domain masing-masing, memperkaya wawasan dan menambah jaringan profesional.

Acara ditutup oleh Muchtim Humaidi, M.IRKH., yang mengapresiasi kontribusi semua peserta dan pembicara dalam menjadikan AICIE 2024 sukses dan lancar. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar institusi dan negara dalam mengatasi tantangan ekonomi global, serta mengajak semua pihak untuk terus berinovasi dalam bidang ekonomi Islam demi mencapai kesejahteraan bersama.

Konferensi ini diharapkan dapat menjadi wadah yang efektif untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta menjadi titik awal bagi upaya-upaya lebih lanjut dalam memanfaatkan ekonomi Islam untuk mengatasi gejolak ekonomi global. Dengan demikian, AICIE 2024 diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan dalam perjalanan mencapai stabilitas dan kemakmuran yang lebih baik di masa depan.

Berita Terkait