Mahasiswa Ekonomi Syariah Angkatan Tahun 2019 Mengadakan Studi Lapangan Agrobisinis di Kusuma Agrowisata Kota Batu

Spread the love

Sebanyak 282 Mahasiswa Ekonomi Syariah (ES), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo angkatan tahun 2019 mengadakan “Studi Lapangan Agrobisnis” di Kusuma Agrowisata Kota Batu, Kamis (13/10). Kegiatan tersebut didampingi oleh 10 Dosen, diantaranya ada Bapak Dr. Luhur Prasetyo, S.Ag., M.E.I., selaku Ketua Jurusan (Kajur) Ekonomi Syariah dan Ibu Near Anggreini Hesti Noviana, S.Hum., M.M., serta Ibu Husna Ni’matul Ulya, M.E.Sy., selaku Dosen Pengampu mata kuliah Agrobisnis.

Studi Lapangan Agrobisnis merupakan suatu metode pembelajaran yang diterapkan untuk menambah wawasan mahasiswa dalam melihat fakta yang ada dari Kusuma Agrowisata untuk dijadikan pembelajaran dan juga sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Agrobisnis.

Kusuma Agrowisata sendiri berdiri pada tahun 1991 dan merupakan salah satu pioneer Wisata Agro di Indonesia dengan luas 82 hektar yang berfasilitas hotel serta menawarkan wisata petik di kebun apel, jeruk, jambu merah, buah naga, strawberry dan sayur hidroponik bebas pestisida. Sedangkan Kusuma Agro Industri berdiri pada tahun 2000 dibangun sebagai Home Industri dengan nama PT. Mannasatria Kusumajaya Perkasa yang memproduksi olahan berbahan dasar buah apel di bawah naungan bisnis divisi Kusuma Agrowisata (petik apel dan trading). Hasil produksinya atara lain: minuman sari apel, jenang apel, wingko apel, cider apel & cuka apel. Pada awal tahuan 2011 produk Kusuma Agro Industri mulai dipasarkan diseluruh Indonesia dan memiliki distributor diseluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar, Divisi Industri terus meningkatkan kualitas & terus berinovasi dan melaunching produk-produk baru yang dikenal dengan nama ‘SIIPLAH’

Rendra Firmansyah selaku Ketua Panitia mengungkap alasan dipilihnya Kusuma Agrowisata sebagai tempat Studi Lapangan Agrobisnis yaitu karena sistem hulu ke hilir yang lengkap, mulai dari penyediaan bahan, penyaluran produksi, pengolahan hasil industri serta pemasarannya, sehingga sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Alasan dari kami memilih Kusuma agrowisata sebagai tujuan studi lapangan yaitu sistem hulu ke hilir yang dirasa sangat lengkap. Dimulai dari penyediaan bahan, penyaluran produksi, pengolahan hasil industri serta pemasaran yang apik. Sehingga kami rasa telah sesuai dengan bobot kriteria yang ditentukan” ungkapnya.

Dalam Studi Lapangan Agrobisnis di Kusuma Agrowisata ada 2 pemateri yang akan memaparkan Proses Produksi dan Quality Control minuman sari apel sari apel di PT. Mannasatria Kusumajaya Perkasa.

Pemateri pertama yaitu Bapak Ahmad Yazid selaku Asisten Manager Produksi yang menjelaskan proses produksi minuman sari apel, mulai dari penyediaan bahan baku hingga menjadi produk yang memenuhi standard. Penyediaan bahan baku berupa apel segar dengan standard yang sudah di tetapkan oleh perusahaan seperti apel dengan ukuran yang tidak terlalu kecil, agar sari apel ya bisa keluar, menggunakan jenis apel khas batu karena hal tersebut akan mempengaruhi rasa seperti, tingkat keasaman dan kemanisan. Apel ini ada yang berasal dari kebun sendiri dan juga petani-petani apel yang ada di sekitar pabrik. Setelahnya apel disortir kemudian masuk proses pencucian. Kemudian dilanjutkan dengan proses pemarutan atau juicer untuk mengambil sari apelnya dan dimasukkan kedalam tangki penyimpanan. Langkah selanjutnya yaitu pelarutan gula asli untuk menambah rasa manis. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses filling (pengisian) air apel kedalam kemasan-kemasan. Dilanjutkan dengan pengemasan dan packing ke dalam karton-karton. Langkah terakhir adalah penyimpanan didalam gudang penyimpanan selama 5 hari untuk dilakukan inkubasi. Setelah dirasa semua sudah memenuhi standard, maka produk akan di distribusikan ke cabang-cabang” jelasnya.

Setelah itu dilanjutkan oleh Bapak Andreas selaku Manager Control, beliau memaparkan proses quality control pada minuman sari apel, mulai dari jenis apel yang akan digunakan, bagaimana bentuknya dan kesegaran dari apel tersebut yang berdasarkan COA (Certificate Of Agreement) hingga adanya parameter pada kemasan yang berkaitan dengan customer yaitu expired date dan tanggal produksi. “Dilakukan pertama pada jenis apel yang akan digunakan, bagaimana bentuknya dan kesegaran dari apel tersebut yang berdasarkan COA (Certificate Of Agreement) dari luar. Kemudian pengecekan kualitas pada cup, lit, botol, tutup botol, straw (sedotan), dan karton. Penggunakan kemasan pada kusuma ini menggunakan kemasan yang lebih tebal daripada AMDK lainnya, karena hal ini demi menghindari kemasan yang mleyot karena suhu. Kemudian lit juga menggunakan standard yang sesuai yaitu dengan ketebalan sebesar 62 micron untuk kemasan sari buah. Dalam hal filling, mengapa menggunakan kemasan yang tebal, karena setelah itu akan dilajukan uji ketahanan dengan cara parameter yaitu membanting produk dari ketinggian 2 meter. Dalam melakukan proses produksi harus menggunakan APD lengkap demi menghindari terkontaminasinya olahan minuman dengan bakteri-bakteri yang ada di tubuh. Selanjutnya ada parameter pada kemasan yang berkaitan dengan customer yaitu expired date dan tanggal produksi”  paparnya.

Bapak Ahmad Yazid juga mengungkap bahwa proses produksi tidak bisa dilakukan setiap saat atau hanya bisa dilakukan pada saat akan mendekati Hari Raya Idul Fitri. Hal ini dikarenakan produk minuman ‘SIIPLAH’ akan mengalami high season pada saat bulan Ramadhan atau mengalami kenaikan permintaan saat akan mendekati lebaran. “Kita mau merambah ke minuman setelah lebaran, kita masih belum. Artinya kita masih diminuman lebaran. Untuk tahun ini kita akan memulai produksi pada bulan Desember hingga menuju lebaran pada bulan April. Jadi selama 4 bulan itu kita prepare untuk stok dan sebagainya. Kapasitas Produksi kami sehari sebesar 75 ribu karton. Setelah itu prodak lain, makanya saya tanya image ‘SIIPLAH’ itu hanya di lebaran setelah lebaran kan bukan ‘SIIPLAH’ lagi.” ungkapnya.

Ketua Panita memberikan tanggapan terkait studi lapangan yang di laksanakan di Kusuma Agrowisata bahwa penjelasan yang diberikan sesuai dengan ekspektasi dan jelas, namun sedikit kecewa karena belum bisa melihat bagian produksi. “Cukup sesuai dengan ekspektasi, penjelasan yang dipaparkan juga jelas. Namun sedikit merasa kecewa karena belum bisa melihat bagian produksi minuman ‘SIIPLAH’” ujarnya.

Tanggapan yang sama juga diberikan oleh Sindy Vebri Permatasari mahasiswa Ekonomi Syariah yang merasa masih belum lengkap, dikarenakan pabriknya sedang tidak memproduksi, dan hanya memproduksi setiap 4 bulan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut dikarenakan permintaan pasar dari produk minuman ‘SIIPLAH’ yang mengalami high season di saat bulan Ramadhan saja. “Tanggapan saya setelah mengikuti Studi Lapangan di Kusuma Agrowisata ini menurut saya over all itu bagus, tapi disana kita tidak bisa melihat secara langsung proses produksi. Output dari Kusuma Agro Industri ini yang lumayan terkenal yaitu produk minuman ‘SIIPLAH’, karena pada saat kita kesana pabriknya lagi tidak produksi, pabrik nya produksi setiap 4 bulan sebelum lebaran saja, hal tersebut dikarenakan permintaan pasar dari produk minuman ‘SIIPLAH’ itu sendiri yaitu pasar mengalami high season di saat Ramadhan saja. Jadi menurut saya Studi Lapangan di Kusuma Agrowisata masih terasa belum lengkap karena belum bisa mengetahui secara langsung proses produksi tersebut” jelasnya.

Rendra Firmansyah juga menyampaikan harapanya terkait Studi Lapangan Agrobisnis yang telah dilaksankan, Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap materi yang telah dipaparkan, tidak sebatas menggugurkan kewajiban semata namun dapat menerapkan ilmu yang didapatkan. “Harapan kedepan semoga seluruh peserta dapat menyerap materi yang telah dipaparkan, tidak sebatas menggugurkan kewajiban semata namun dapat menerapkan ilmu yang didapatkan” harapnya.

Harapan yang sama juga dipaparkan oleh Sindy Vebri, Ia berharap seluruh peserta yang turut ikut dalam Studi Lapangan di Kusuma Agrowisata dapat memahami segala ilmu yang didapat dan dapat menyelesaikan tugas laporan akhirnya dengan baik, selain itu Ia juga berharap Studi lapangan ini terus dilanjut karena kegiatan ini merupakan kali pertama bagi jurusan Ekonomi Syariah. “Harapan saya setelah ini semoga seluruh peserta yang turut ikut dalam Studi Lapangan di Kusuma Agrowisata semoga senantiasa dapat memahami segala ilmu yang didapat dan dapat menyelesaikan tugas laporan akhir nya dengan baik, selain itu saya juga berharap Studi Lapangan ini terus dilanjut karena kegiatan ini merupakan kali pertama bagi jurusan Ekonomi Syariah untuk healing bersama-sama” paparnya.

Reporter : Arista, Yash,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *