Pelatihan Strategi Branding dalam Mengembangkan UMKM di Era Digital

Spread the love

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 110 Monodisiplin Ekonomi Syariah bertempat di Desa Grogol Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo. Menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) diketahui bahwa salah satu aset terbesar yang dimilik oleh Desa Grogol adalah banyaknya warga yang menjadi pelaku UMKM. Akan tetapi UMKM di Desa Grogol masih banyak yang belum optimal, terutama berkaitan dengan branding dan pemasaran. Banyak UMKM yang masih melakukan pengemasan dengan cara yang sederhana dan belum memahami perkembangan media pemasaran terutama melalui platform digital. Mahasiswa KPM 110 berusaha membersamai pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas branding dan pemasaran dengan mengadakan pelatihan yang berjudul “Pelatihan Strategi Branding dalam Mengembangkan UMKM di Era Digital” pada tanggal 18 Juli 2022. Bapak Faruq Ahmad Futaqi, M.E. selaku pemateri menyampaikan gambaran-gambaran mengenai pentingnya branding dalam memaksimalkan potensi usaha yang ada. Pada acara ini ditujukan agar peserta pelatihan, dalam hal ini yaitu pelaku UMKM yang terpilih, mampu memiliki pandangan tentang bagaimana upaya mereka dalam memanfaatkan aset dengan memperbaiki branding atau citra produk mereka. Disisi lain, pelatihan juga mampu meningkatkan semangat para pelaku usaha untuk tetap bersaing di era digital.

Pada era digital melakukan pemasaran produk tidaklah sulit. Selain dengan membangun citra produk dengan branding, persaingan usaha juga memerlukan pemasaran lewat digital. Secara sederhana pemasaran poduk melalui media digital dapat dilakukan melalui media sosial seperti, Whatsapp, Facebook dan Instagram. Dengan memanfaatkan keaktifan di media sosial maka pelaku UMKM diharapkan mampu terus-menerus mengenalkan produk yang dipasarkan kepada dunia yang luas. Kemudian didukung juga dengan konsistensi citra produk atau branding dan memanfaatkan media yang ada dengan tepat sasaran, hal ini mampu memberikan efek ketertarikan pelanggan terhadap produk ditawarkan. Para pelaku UMKM yang diundang untuk datang ke pelatihan terlihat sangat antusias belajar kepada pemateri dengan harapan membawa pulang banyak ilmu untuk diterapkan dalam produk mereka. Supaya pelatihan tentang branding ini tidak hanya berhenti sampai pelatihan saja, maka setelah pelatihan akan ada tindak lanjut dari peserta KPM 110 dengan pendampingan selama satu minggu. Pelatihan dan pendampingan nantinya diharapkan agar pelaku UMKM mampu menjalankan dan memaksimalkan aset mereka.