SELAMANYA TAHUN BARU

Spread the love

Oleh: Nur Kasanah

                    Tinggal menghitung hari, penanggalan kita akan menuju 1 Januari 2022, kita biasa menyebutnya Tahun Baru. Meski di masa pandemi ini beragam perhelatan, pesta, acara, atraksi, dan hiburan untuk menyambut pergantian tahun ini sangat jauh berkurang,tetapi  ada satu hal yang tidak akan kita tinggalkan yaitu membuat resolusi. Resolusi tahun baru adalah ikrar atau janji yang dibuat untuk diri sendiri untuk memulai perubahan yang lebih baik. Umumnya, resolusi tahun baru diambil orang pada hari pertama tahun itu. (indiatoday.in, 2020). Kita tidak hendak membahas apa saja resolusi terbaik dalam perihal keuangan, kesehatan, mental, relasi percintaan, ataupun pekerjaan di tahun 2022. Pun, kita tidak akan memperdebatkan hukum perayaan tahun baru. Kita mungkin sudah saatnya melakukan refleksi mendalam terhadap diri kita sendiri. Apa sesungguhnya makna tahun baru? Mengapa draf resolusi yang kita canangkan  dari tahun ke tahun tidak efektif?

. Tahun baru adalah hari permulaan tahun. Selama ini kita terbiasa menyebut 1 Januari adalah tahun baru. Beragam draf resolusi kita canangkan untuk dimulai pada 1 Januari. Mulai dari bangun lebih awal, olahraga rutin, rajin sedekah subuh, membaca minimal dua lembar buku setiap hari, membantu orang tua, mengurangi waktu bermain gadget, menurunkan berat badan, membaca seribu selawat, khatam Alquran minimal sekali setahun, menambah perbendaharaan kosa kata asing, dan sederet draf lain yang terkait pekerjaan, karir, bahkan asmara. Dan semua deretan cita-cita mulia itu hanya berakhir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Gagal tanpa eksekusi yang berarti. Tetapi anehnya kita terus saja mengulang rutinitas itu dari tahun baru ke tahun baru berikutnya. Lalu apa yang sesungguhnya keliru dan harus diperbaiki? Mindset! Ya, mindset kita tentang resolusi dan tahun baru.

Tahun baru adalah permulaan tahun, itu artinya kita tidak harus memulai menjalankan perubahan menunggu tanggal 1 Januari saja. Di Indonesia kita bahkan mengenal ada banyak tahun baru seperti Hijriyah, Imlek, dan Saka. Selain itu, bukankah hari dimana kita dilahirkan yang biasa kita rayakan dengan ulang tahun adalah tahun baru kelahiran kita? Bukankah hari ini adalah tahun baru dari tanggal yang sama di tahun kemarin? Bahkan jam, detik sekarang adalah tahun baru dari jam dan detik tahun sebelumnya. Lalu mengapa untuk memulai sederet hal-hal baik, kita hanya terpaku menunggu datangnya 1 Januari? Memang, tidak ada yang salah dengan memulai di 1 Januari, akan tetapi berapa banyak dari kita yang merasa gagal, menyerah dan akhirnya nglokro jika ternyata di bulan Februari, Maret dan seterusnya, sedikit sekali ternyata yang bisa kita realisasikan atau bahkan masih belum ada. Kemudian kita merasa semua sia-sia, kemudian membiarkan rencana kebaikan itu  hanya menjadi deretan aksara yang tertempel di dinding kamar tanpa upaya. Padahal jika kita memaknai tahun baru sebagai semua hari baru, maka tak ada yang sia-sia bahkan jika sampai bulan Oktober hanya sejumput cita-cita yang terlaksana. Kita tetap akan optimis mengupayakan esok yang lebih baik, tanpa harus menunggu 1 Januari tahun depan lagi untuk memulai.

Selain mindset tahun baru hanyalah 1 Januari, hal penting lain yang membuat resolusi kita tidak efektif adalah keyakinan bahwa kita akan memiliki panjang usia. Padahal jika kita sering-sering menyadari bahwa hidup kita tidak lebih dari tiga hari -hari kemarin yang tidak dapat diubah lagi, hari ini yang bisa upayakan dengan semaksimal mungkin dan hari esok yang belum tentu jadi milik kita- , tentu kita akan sangat bersungguh-sungguh bersegera mengisi hidup kita dengan kebaikan dan perbaikan. Tidak akan ada lagi waktu-waktu yang terbuang percuma karena berpikir hal-hal baik bisa kita kerjakan lain waktu saja. Tidak ada lagi kemalasan karena  kita menyadari betul bahwa hari esok belum tentu kita membuka mata. Terlebih lagi, jika kita ingin menjadi orang yang beruntung sebagaimana yang disabdakan Nabi saw,  yaitu mereka yang hari ini lebih baik dari kemarin, bukan orang yang merugi karena hari ini sama dengan hari kemarin apalagi menjadi golongan orang celaka sebab hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Dengan mindset berapa umur kita tidak tahu dan keinginan menjadi orang beruntung, maka kita tidak akan punya alasan menunda mewujudkan segala rencana baik.

Semoga saja di tahun ini, sederet resolusi yang kita canangkan tak lagi berakhir tanpa aksi seperti tahun-tahun sebelumnya. Mari mulai menanamkan keyakinan pada diri kita, bahwa hari ini adalah saat terbaik untuk melakukan kebaikan dan membuat perbaikan, sebab hakikatnya, selamanya: setiap hari  adalah tahun baru.

 

 

 

 

 

Rujukan

indiatoday.in. (2020). New Year’s resolution ideas that can give a kick-start. https://www.indiatoday.in/information/story/new-year-resolution-ideas-that-can-give-a-kick-start-1752367-2020-12-23