Webinar Kuliah Tamu Jurusan Perbankan Syariah Bersama BRIsyariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Ponorogo menggelar webinar  kuliah tamu untuk pertama kalinya secara live via apikasi zoom pada hari Selasa, 21 Juli 2020.

Acara bertempat di ruang Webinar  gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam kampus II IAIN Ponorogo. Acara tersebut terdiri dari dua sesi,  yang  pertama bertema Service Excellent Bank Syariah “Pembukaan Rekening dan Pemasaran Produk Bank Syariah diikuti oleh mahasiswa perbankan syariah semester 3 sebagai pemenuhan target Mata kuliah service excellent dengan pemateri Bapak Hengky Suhartanto, S. H,  kepala cabang BRI Syariah Madiun, yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Sedangkan sesi kedua dimulai pukul  11.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB dengan tema “Teknologi Informasi Bank Syariah (Mobile Banking) diikuti oleh mahasiswa perbankan syariah semester 3 dengan pemateri  Bapak Najamudin dan ibu Oczin Ermawati, Amd.Keb.

Acara  sesi pertama, dimulai pukul 09.00 dibuka oleh Moderator Tri Mey Wulandari kelas Perbankan Syariah. D angkatan Tahun 2019 dengan memperkenalkan pemateri kemudian melanjutkan acara dengan mempersilahkan Ketua Juruan Perbankan Syariah  Bapak Agung Eka Purwana M.S.I memberikan sambutan. Beliau berkata bahwa “Sebagai mahasiswa perbankan syariah harus mempersiapkan sejak awal, agar apa yang menjadi kompetensi dapat tersalurkan dengan baik sehingga pada awal perkuliahan mahasiswa sudah siap”.

Dilanjutkan oleh Keynote Speaker Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Bapak Luthfi Hadi Aminuddin, M. Ag beliau berharap kepada seluruh lulusan  Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Islam menjadi orang yang dapat menguasai pasar, menjadi terdepan  dalam mempraktikan ekonomi syariah  dengan konsep “Halaalan Toyyiban” dan dapat menjadi pioneer hebat dan dahsyat secara  Agamis, Akademis dan Aktivis.

Tepat pukul 10.40 bapak Hengky Suhartanto S.H, menyampaikan materi. Beliau menyampaikan bahwa fungsi perbankan adalah pelayan di bidang jasa , sehingga yang paling penting adalah pelayanan, hingga saat ini pertumbuhan perbankan syariah lebih besar dibanding perbankan konvensional, namun disisi asset lembaga syariah hanya mencapai 10% dibanding total lembaga keuangan secara keselurahan. Harapan saya mahasiswa mau berperan aktif untuk kemajuan perbankan syariah di Indonesia. Karena pada tahun 2021 ada gambaran awal bahwa nantinya aka nada bank  BUMN  syariah dan kemungkinan yang dapat merger di antaranya adalah BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah dan BNI Syariah sehingga dapat memperbesar size bank di bidang syariah. Adapun produk  bank syariah di antaranya adalah produk pendanaan dan pembiyaaan lanjutnya begitu seterusnya Bapak Hengky melanjutkan pemaparan materinya.

Dilanjutkan dengan paparan oleh Ibu Siska Ayu Fitria, S.AP yang menjelaskan tentang alur pembukaan rekening tabungan. Dalam paparannya beliau menyampaikan tentang bagaimna langkah pembukaan rekening tabungan dengan syarat KTP asli sebagai identitas dalam form pembukaan rekening dan ditandatangani sesuai KTP jelasnya. Dilanjutkan Bu Siska menjelaskan apa itu laku pandai yaitu layanan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif, dengan menjalin kerjasama bersama pihak lain dengan didukung layanan teknologi.

Sesi kedua dimulai tepat pukul 11.30 WIB dibuka oleh moderator Vega Eka Saputri kelas Perbankan Syariah B angkatan tahun 2018.  Untuk sesi kedua ini webinar diikuti oleh mahasiswa semester 5 jurusan perbankan syariah. Dimulai dengan paparan dari pemateri pertama Bapak Najamudin Beliau memaparkan bahwa sarana dan fasilitas yang ada di BRI syariah dari tabungan Faedah ada SMS banking, Mobile BRI Syariah dan Internet Banking. Lanjutnya ATM BRI Syariah adalah mesin yang disediakan untuk transasksi tanpa melalui teller, bisa untuk cek saldo, transfer, tarik tunai, pembayaran zakat, infak sedekah, Voucher PLN, Pulsa Dan lain-lain.  Dilanjut dengan penjelasan pemateri kedua Ibu Oczin Ermawati, Amd.Keb beliau  menjelaskan bahwa melalui layanan BRIS online dapat mencetak rekening Koran dua tahun terakhir berupa PDF dan dapat melakukan transaksi yang bermacam-macam. Dan dilanjut dengan penjelasan beberapa apiklasi lainnya.

Acara terakhir adalah diskusi online dengan Tanya jawab antara pemateri dan peserta webinar. Sesi Tanya jawab di ikuti dengan antusias oleh para peserta. Ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan dikolom chat zoom, komunikasi dua arah antar zoom dan  tampilan youtobe, moderatorpun menuntun jalannya diskusi dengan tertib dan lancar. Harapan mahasiswa dari acara ini adalah dapat menabah wawasan baru di dunia perbankan yang belum mereka dapatkan di bangku kuliah. (Hn’)